Jumat, 26 Juni 2015

Bag 3 Hitungan Perjodohan/Pernikahan Berdasarkan Weton Jawa . (tamat)

Tulisan Sebelumnya :
Bag 1 Hitungan Perjodohan/Pernikahan BerdasarkanWeton Jawa .
Bag  2 Hitungan Perjodohan/Pernikahan BerdasarkanWeton Jawa .

Konsultasi Spiritual : Klik disini




HARI-BAIK UNTUK MANTU DAN SAAT IJABAN  PENGANTIN
(baik dan buruknya bulan Jawa untuk mantu) 
Oleh Budi Siswanto

1. Bulan  Suro       : Bertengkar dan menemui kerusakan (sebaiknya jangan dipakai)
2. Bulan  Sapar     : kekurangan, banyak hutang (boleh dipakai sebab bisa diatasi)
3. Bulan  Mulud    : lemah, mati salah seorang (sebaiknya jangan dipakai)
4. Bulan  Bakdamulud     : diomongkan jelek (sebaiknya jangan dipakai)
5. Bulan  Jumadilawal    : sering kehilangan, punya  musuh (boleh dipakai, diatasi)
6. Bulan Jumadilakhir    : kaya raya dan banyak Emas dan Peraknya
7. Bulan  Rejeb               : banyak kawan dan senantiasa selamat

8. Bulan  Ruwah             : selamat

9. Bulan  Pasa                  : banyak bencananya (sebaiknya jangan dipakai)

10. Bulan Syawal            : sedikit rejekinya, banyak hutang (boleh dipakai, diatasi)
11. Bulan Dulkaidah        : kekurangan, sakit-sakitan (sebaiknya jangan dipakai)
12. Bulan Besar              : senang, bahagia dan selamat


BULAN TANPA ANGGARA KASIH


Hari Anggara Kasih adalah Selasa Kliwon, disebut hari angker sebab hari itu adalah permulaan masa wuku. Menurut adat Jawa  malamnya (senin malam menghadap) anggara kasih orang bersemedi, mengumpulkna kekuatan batin untuk kesaktian dan kejayaan. Siang harinya (selasa kliwon) memelihara, membersihkan pusaka wesi aji, empu mulai membuat keris dan para Dalang menjemur wayang dan guru-guru Jendro membuat sastramantra untuk tugas-tugasnya. Biasanya disebut “sampar-wangke”

Bulan–bulan yang tidak ada hari Anggara Kasih-nya tidak digunakan atau mati dalam hitungan, dianggap mati bagi hajatan-hajatan lainnya dan apa saja yang diangggap penting dalam upacara adat Jawa .
Bulan–bulan yang tidak ada hari Anggara Kasih-nya adalah :

1. dalam tahun Alib ada 2 bulan          : Jumadilakhir dan besar
2. dalam tahun Ehe ada 2 bulan           : Jumadilakhir dan Rajab
3. dalam tahun Jimawal ada 2 bulan    : Suro dan rejeb
4. dalam tahun Je ada 1 bulan              : Sapar
5. dalam tahun Dal ada 2 bulan            : Sapar dan puasa
6. dalam tahun Be ada 2 bulan              : Mulud dan Syawal
7. dalam tahun wawu ada 2 bulan        : Bakdomulud dan Syawal
8. dalam tahun Jimakir ada 2 bulan     : Jumadilawal dan Dulkaidkah



SAAT  TATAL
 
Saat tatal dibawah ini untuk memilih waktu yang baik untuk mantu juga untuk pindah rumah, berpergian jauh dan memulai apa saja yang dianggap penting.
Kerentuan saat itu jatuh pada pasaran (tidak pada harinya ) :

1. Pasaran legi : 

mulai jam 06.00 nasehet.mulai jam 08.24 Rejeki : mulai jam 25.36 rejeki mulai dri jam 10 48 selamat, mulai jam 13.12 pangkalan atau (halangan) mulai jam 15.36 pacak wesi

2. Pasaran pahing : 
mulai jam 06.00 rejeki, jam 08.24 selamat, jam 10.48 pangkalan, jam 13.12 pacak wesi, jam 15.36 nasehat.

3. pasaran pon : 
mulai jam 06.00 selamat, jam 08.24 pangkalan, jam 10.48 pacak wesi, jam 13.12 nasehat, jam 15.36 rejeki

4. pasaran wage : 
mulai jam 06.00 pangkalan, jam 08.24 pacak wesi, jam 13.12 nasehat jam 15.36 selamat.

5. pasaran kliwon:
mulai jam 06.00 pacak wesi, jam 08.24 nasehat, jam 10.48 rejeki, jam 13-12 selamat jam 13.36 pangkalan.


HARI PASARAN  UNTUK IJABAN ATAU PERKAWINAN


Neptu dan hari pasaran dijumlahkan, kemudian dikurangi/dibuang enam-enam apabila tersisa:

1 =  mati, (tidak baik) asalnya bumi (larangan Neptu 7, 13)
2 =  jodoh (baik) asalnya jodoh dengan langit (sangat baik, neptu : 8, 14)
3 = selamat atau baik asalnya barat ( sangat baik, neptu : 9, 15)

4 =  cerai atau tidak baik asalnya timur (
larangan Neptu: 10, 16)
5 =  prihatin (tidak baik) asalnya selatan (larangan Neptu : 1, 17)
6 =  mati besan (tidak baik) asalnya utara (larangan Neptu : 12, 18)

Sangaring Tanggal



Berdasarkan contoh diatas misalkan hari sudah ditentukan senin pahing, maka yang harus dihindari adalah tanggal jawa saat jatuhnya hari yang sudah ditentukan.

Berikut adalah daftar tanggal yang harus dihindari ;



Suro                 :  7, 17,27

Sapar               : 2, 12, 22

Mulud              : 3, 13, 23

Bakda mulud    : 5, 15, 25

Jumadil awal   : 6, 16, 26

Jumadil akhir   :1, 11, 21

Rejeb               : 2, 12, 22

Ruwah             : 4, 14, 24

Pasa                 : 5, 15, 25

Sawal              : 7, 17, 27

Dulkaidah        : 1, 11, 21

Besar               : 3, 13, 23



Itu adalah tanggal yang harus dihindari, misalkan hari senin pahing sesuai contoh diatas pada tanggal dan bulan tersebut diatas, maka sebaiknya dihindari untuk keperluan segala hal.



Lalu selain itu hendaknya jangan melakukan pernikahan pada bulan suro. Lalu juga jangan melakukan pernikahan pada bulan dimana orang tua anda dulu melakukan pernikahan. Misalkan orang tua anda dulu menikah pada bulan Besar, maka hindari juga bulan tersebut.

Penutup


Bukan hanya perhitungan perjodohan, untuk usaha perdagangan orang Jawa  yang masih percaya pada petung juga akan menggunakannya, baik untuk menentukan jenis barang dagangan maupun tempat berdagang dan sebagainya. Petung tersebut didasarkan weton (kelahiran dari yang bersangkutan) atau sipedagang.

Menurut Dosen Jurusan Sastra Daerah – Fakultas Sastra UNS Drs. Usman Arif Mpd, peluang merupakan filsafat kosmosentris bahwa manusia dan alam tidak dapat dipisahkan. Manusia merupakan bagian dari alam semesta sehingga geraknya tidak dapat lepas dari gerak alam, sebagaimana waktu dan arah mata angin.

Orang Jawa  mempunyai keyakinan bahwa saat dilahirkan manusia tidak sendirian karena disertai dengan segala perlengkapannya. Perlengkapan itu merupakan sarana untuk bekal hidup dikemudian hari, yaitu bakat dan jenis pekerjaan yang cocok. Di dalam ilmu kejawen kelengkapan itu dapat dicari dengan petung hari lahir, pasaran, jam, wuku tahun dan windu.

Menurut Drs Usman Mpd, petung bukan sekedar klenik atau gugon tuhon melainkan merupakan hasil analisa dari orang-orang Jawa  pada masanya. Hasil analisa itu ditulis dalam bentuk primbon. Dengan petungan Jawa, orang dapat membuat suatu analisa tentang anak yang baru lahir berdasarkan waktu kelahirannya. Misalnya anak akan berhasil jika menjadi wartawan, guru spiritual atau sukses jika menjadi seorang pedagang.


Salam _/|\_ Rahayu


Baca Tulisan Yang Lain :



Posting Komentar